Senin, 11 November 2013

Calon Presiden 2014



Pramono Edhie Wibowo, lahir di Magelang (Jawa Tengah) pada tahun 1955. Zodiak  Taurus. Beliau adalah pensiunan tentara. Istri bernama Kiki Gayatri Soepono, dikaruniai sepasang putri dan putra, yakni Ayu Ratna Pratiwi serta Yusuf Putra Pramono.
Kehidupan Beliau (hingga Beliau pensiun pada akhir Juni lalu) identik dengan dunia kemiliteran. Beliau dibesarkan di keluarga tentara. Beliau adalah anak kelima dan lelaki tertua dari enam bersaudara. Hidup Beliau berpindah-pindah mengikuti kedinasan Sang ayah . Beliau pernah tinggal di Jakarta, Magelang (Jawa Tengah), Medan (Sumatera Utara), hingga Jayapura (Papua).
Besar di keluarga militer, Beliau pun bercita-cita menjadi tentara. Lulus SMA, Beliau kemudian memilih mendaftar ke AKABRI atau Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia di Magelang. Beliau lulus AKABRI pada tahun 1980 dan memulai karir militer sebagai Komandan Pleton di Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha).
Pasukan baret merah tersebut kini telah berganti nama menjadi Komando Pasukan Khusus atau Kopassus. Beliau adalah bagian dari Komando Utama Tempur yang dimiliki TNI Angkatan Darat. Sebagai pasukan khusus, komando ini dilengkapi kemampuan untuk bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian dan anti teror. Menjadi anggota Kopassandha/Kopassus tentu saja banyak aksi di lapangannya.
Beliau menghabiskan 21 tahun hidup Beliau sejak lulus AKABRI di Kopassandha/Kopassus, bertugas di berbagai daerah dan perlahan menaiki jenjang karir kemiliteran. Dari Komandan Pleton, Beliau kemudian diangkat menjadi Perwira Operasi Grup. Lalu, Beliau diangkat menjadi Komandan Kompi dan kemudian Perwira Intel. Pada tahun 1995, Beliau menjadi Komandan Batalyon 11/1 Kopassus, dan setahun kemudian menjadi Wakil Komandan Grup. Pada tahun 1998, di tengah gejolak Reformasi, Beliau diangkat menjadi Komandan Group di Kopassus.
Di Era Reformasi, pada tahun 2001, Beliau mendapat tugas baru, yakni menjadi ajudan Presiden Megawati Soekarno Putri. Tiga tahun lamanya Beliau mendampingi Ibu Mega. Pada tahun 2004, Beliau kemudian diangkat menjadi Perwira Tinggi Staf Ahli Bidang Ekonomi Politik di Sesko TNI. Setahun berselang, Beliau kembali ke Kopassus dan menjadi Wakil Danjen.
Pada tahun 2007, Beliau mendapat tugas teritorial atau kewilayahan. Beliau menjadi Kasdam IV Diponegoro. Setahun berselang,  Beliau kembali lagi ke Kopassus dan menjadi Komandan Jenderal. Kemudian, pada tahun 2009, Beliau dipercaya menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat atau Kostrad.
Dalam perjalanan karir militer, Beliau pernah mengikuti  Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat pada tahun 1995 dan Sekolah Staf dan Komando Tentara Nasional Indonesia pada tahun 2001. Amanah terakhir Beliau di dunia kemiliteran adalah sebagai Kepala Staf Angkatan Darat. Beliau diangkat pada tahun 2011 dan pensiun pada akhir Juni 2013 ini. Jadi, kurang lebih, sudah 33 tahun hidup Beliau dihabiskan di dunia kemiliteran.
Pensiun dari kemiliteran, Beliau mencoba untuk meneruskan pengabdian kepada Nusa dan Bangsa melalui jalur politik. Beliau bergabung dengan Partai Demokrat dan kini mengikuti konvensi yang diadakan partai tersebut untuk memilih calon presiden untuk periode 2014-2019.
Pramono Edhie Wibowo